“Qiara…” Kimberly yang menangis kerana Nik yg telah melukakan hati nya… “Oh my God… why u dressed like this?” Si Qiara tanya si Kimberly setelah melihat adik dia dalam keadaan ‘image baru’ dan yg tidak bermekap itu…
Elena dengan cepatnya mendapatkan air sejuk untuk Kimberly…
Kimberly yang sekampus dengan Nik adalah adik kesayangan kepada Qiara…
“Kimberly… don’t make me confused. Tell me what’s wrong?” Qiara bilang..sambil mengambil lipstick utk dipakaikan kepada Kimberly…
Tapi si Kimberly avoid…
“Nothing…” Si Kimberly dengan nada yg sedih sambil meminum air sejuk yg dibawa oleh Elena…. “Oh… I am glad… Sia pikir ada sesuatu tadi…” Si Qiara bilang.. then si Elena menyampuk .. “I think ko nangis becoz u look ugly dressing macam tu… kan, Kim?!” Si Kimberly pun rasa very sad because of kawan kakak dia pun anggap dia tidak cantik dengan berpakaian simple yg tidak sexy. Tapi for Nik dia sanggup terima apa yg orang cakap… “well, I’m afraid korang will have to get used to how I dress now…” Si Kimberly bilang…
“Now.. what’s the big change? And what’s the crying for?” Si Qiara tanya…Qiara takut nampak muka adik dia yg teda mekap…
“Well, for myself… I’m doing this utk kebaikan saya… saya akan buat apa saja utk dapatkan apa saya mau…” Si Kimberly bilang…
“Ah… that’s our sister…” Si Elena bilang…
“Hehehe… dia memang macam saya kan, Elena? Kita bertiga akan dapat apa kita mau…” Si Qiara bilang…
Sebenarnya, Kimberly dan kakaknya Qiara berbeza, Kimberly at least mempunyai hati yg suci… dan Qiara anggap adik dia tu macam dia… sanggup buat apa saja… “I think I could use you in my plan…Kim…” Si Qiara bilang…
“Huh! Plan apa?” Si Kimberly tanya… “Plan utk medapatkan apa yg kita mau..like u said…” Si Qiara bilang…
“Sorry Sis, I really love to join u… but I have my own plan.” Kimberly bilang…
“Ok… actually sia happy yg ko ada plan sendiri, so; err…”
“Can you wait sampai sia achieved plan sia then kita plan lah?” Si Kimberly offer… tanpa tahu menahu apakah plan kakak dia dan Elena itu…
“Yes.. of course… so bah… next time sia tdk lagi mau tinguk ko nangis macam ni saturang… especially do not cry because of boys…ok?” si Qiara bilang… Then si Kimberly macam kana electric shot skajap because memang dia sedang menangis because of a boy… dalam hati dia bilang … [Nasib baiklah sia tdk cakap yg benar..] so dia jawab selamba saja… “Mmmm… now I want to sleep…” walaupun dia nampak macam rapat sama kakak dia… si Kimberly actually takut sama Qiara.
“Right… that’s good girl.. I didn’t raise you to cry for boys..now good night!”
“Good night!” Si Kimberly bilang…
Then, kedua2 witch ini pun berbincang sambil menghisap rokok dan meminum red wine ala French di samping mendengar lagu Latin Sepanyol nyanyian Jyve V ‘Solo a tu lado quiero vivir’ yg sebenarnya adalah kegemaran si Romulus…yg bermaksud ‘You are the only one I want to live my life with’ (Theme song “Juana’s Miracle”). Sementara sedang asyik menikmati lagu… dengan wine dan rokok itu.. Qiara tutup mata dia dan berimaginelah konon si Romulus akan merayu pada dia… dan menggilai dia seperti yg dia gila si Romulus…bahawa lagu itu dedicate utk dia.. then dia buka mata dia dan senyum sendiri.. “One day, you will, Romulus Agusto! One day!”
Elena dengan cepatnya mendapatkan air sejuk untuk Kimberly…
Kimberly yang sekampus dengan Nik adalah adik kesayangan kepada Qiara…
“Kimberly… don’t make me confused. Tell me what’s wrong?” Qiara bilang..sambil mengambil lipstick utk dipakaikan kepada Kimberly…
Tapi si Kimberly avoid…
“Nothing…” Si Kimberly dengan nada yg sedih sambil meminum air sejuk yg dibawa oleh Elena…. “Oh… I am glad… Sia pikir ada sesuatu tadi…” Si Qiara bilang.. then si Elena menyampuk .. “I think ko nangis becoz u look ugly dressing macam tu… kan, Kim?!” Si Kimberly pun rasa very sad because of kawan kakak dia pun anggap dia tidak cantik dengan berpakaian simple yg tidak sexy. Tapi for Nik dia sanggup terima apa yg orang cakap… “well, I’m afraid korang will have to get used to how I dress now…” Si Kimberly bilang…
“Now.. what’s the big change? And what’s the crying for?” Si Qiara tanya…Qiara takut nampak muka adik dia yg teda mekap…
“Well, for myself… I’m doing this utk kebaikan saya… saya akan buat apa saja utk dapatkan apa saya mau…” Si Kimberly bilang…
“Ah… that’s our sister…” Si Elena bilang…
“Hehehe… dia memang macam saya kan, Elena? Kita bertiga akan dapat apa kita mau…” Si Qiara bilang…
Sebenarnya, Kimberly dan kakaknya Qiara berbeza, Kimberly at least mempunyai hati yg suci… dan Qiara anggap adik dia tu macam dia… sanggup buat apa saja… “I think I could use you in my plan…Kim…” Si Qiara bilang…
“Huh! Plan apa?” Si Kimberly tanya… “Plan utk medapatkan apa yg kita mau..like u said…” Si Qiara bilang…
“Sorry Sis, I really love to join u… but I have my own plan.” Kimberly bilang…
“Ok… actually sia happy yg ko ada plan sendiri, so; err…”
“Can you wait sampai sia achieved plan sia then kita plan lah?” Si Kimberly offer… tanpa tahu menahu apakah plan kakak dia dan Elena itu…
“Yes.. of course… so bah… next time sia tdk lagi mau tinguk ko nangis macam ni saturang… especially do not cry because of boys…ok?” si Qiara bilang… Then si Kimberly macam kana electric shot skajap because memang dia sedang menangis because of a boy… dalam hati dia bilang … [Nasib baiklah sia tdk cakap yg benar..] so dia jawab selamba saja… “Mmmm… now I want to sleep…” walaupun dia nampak macam rapat sama kakak dia… si Kimberly actually takut sama Qiara.
“Right… that’s good girl.. I didn’t raise you to cry for boys..now good night!”
“Good night!” Si Kimberly bilang…
Then, kedua2 witch ini pun berbincang sambil menghisap rokok dan meminum red wine ala French di samping mendengar lagu Latin Sepanyol nyanyian Jyve V ‘Solo a tu lado quiero vivir’ yg sebenarnya adalah kegemaran si Romulus…yg bermaksud ‘You are the only one I want to live my life with’ (Theme song “Juana’s Miracle”). Sementara sedang asyik menikmati lagu… dengan wine dan rokok itu.. Qiara tutup mata dia dan berimaginelah konon si Romulus akan merayu pada dia… dan menggilai dia seperti yg dia gila si Romulus…bahawa lagu itu dedicate utk dia.. then dia buka mata dia dan senyum sendiri.. “One day, you will, Romulus Agusto! One day!”
